CLOSER

Oleh: Shofa Ramadhan

Pagi ini Revo menjemput Vio lebih awal, Revo sudah sangat rindu pada wanita pengisi hatinya ini, padahal mereka berdua hanya 2hari tidak bertemu. Pagi ini Revo menggunakan Honda jazz merah. Dia sampai dirumah Vio tepat pukul 06.00 pagi. Revo dan Vio sudah siap untuk berangkat ke sekolah dibilangan Jakarta selatan.

“Hai vio!!” sapa Revo kepada Vio yang sedang duduk di teras.

“Hai Vio, I miss you so much” balas Vio sambil memeluk kekasihnya itu. “Sudah siap belajar hari ini?”

“of course,let’s go vo”

Vio adalah seorang gadis cantik blasteran Manado dan Italia, ia memiliki tubuh yang sangat ideal kulit putih bersih yang terlihat sering dirawat dan juga memiliki pundak yang tegap yang menambah keindahan tubuh Vio. Sedangkan Revo yang menduduki semester 7 dibangku kuliah ini memiliki kulit sawo matang dan badan yang sangat terlihat sering melakukan fitness ini adalah pria idaman para wanita dikampus.

Perjalanan mereka pagi itu mereka selingi dengan perbincangan mengenai orangtua mereka masing-masing. Orangtua Vio dan Revo sangat menyetujui hubungan mereka berdua, bahkan orangtua mereka sudah merencanakan untuk melakukan pertunangan untuk Vio dan Revo. Pertunangan mereka akan dilaksanakan setelah Vio lulus SMA dan sebelum Revo melanjutkan study nya ke Milan.

Tidak terasa mobil Revo sudah sampai di halaman parkir sekolah Vio,

“vo nanti aku pulang jam 5 aku harus latian nyanyi dulu buat konser amal aku yang tinggal seminggu lagi”

“oyaudah nanti jam 5 aku udah ada disana, tp inget aku gak mau kamu nekat pulang sendiri sambil ujan-ujanan lagi kaya kemaren,aku minta maaf banget soal kemaren ya!”

“iya ga apa apa vo, yaudah aku masuk dulu ya! Kamu hati hati dijalan okay”

“sip” balas Revo sambil menarik hidung Vio sampai merah.

Vio sangat senang bernyanyi, bahkan saat ini dia menjadi biduan andalan disekolahnya, terkadang Vio menghibur teman teman nya dengan bernyanyi di kelas atau dilapangan ketika ada event tertentu.

*Revo sibuk dengan skripsinya yang sedari tadi dikritik dosen nya, ia mengejar target karena beberapa minggu lagi sidang akan berlangsung. Tiba tiba iphone Revo berdering ia tidak sadar dari tadi kekasihnya sudah sibuk menelfon nya. Ia segera menancapkan gas dan langsung buru buru menuju kesekolah vio, karena ia tidak mau kejadian kemarin terulang lagi. Sambil menyetir mobil ia menelfon Vio,

“Halo vi,maaf aku baru hubungin sekarang,aku lagi dijalan 15menit lagi aku sampe sana!tunggu ya jangan kemana-mana,bye sayang”

 

Beberapa menit kemudian mobil Revo sudah sampai di halaman parkir sekoah vio, ia membuka kaca mobil dan memanggil Vio yang sedang asyik mengobrol dengan Zara sahabat dekat Vio.

“hai vi, maaf aku telat tadi aku bener bener lagi sibuk banget ngurusin skripsi aku, karena kan beberapa minggu lagi aku bakal menghadapi sidang.

“its okay vo, gapapa ko aku ngerti oiya tadi aku di panggil ke ruang kepala sekolah aku dapet undangan dan ternyata itu beasiswa ke sekolah music di NewYork!!!! Aku seneng banget”

“ya ampun aku seneng banget dengernya vi congratulation dear”

selama perjalanan pulang mereka berdua sibuk membicarakan Vio yang mendapatkan beasiswa ke NewYork.

Sampai dirumah Vio langsung memeluk ibu nya dan menceritakan kalau iya mendapatkan beasiswa ke NewYork, ibu nya sangat bangga dan senang.. namun sedikit terbesit dalam hati ibunya, ia sedih karena harus ditinggalkan anak semata wayang nya itu pergi jauh ke benua berbeda. Ia berfikir untuk segera melaksanakan pertunangan antara Vio dan Revo karena sebentar lagi   Vio akan lulus SMA dan Revo akan segera melanjutkan studynya ke Milan.

Jessy,ibu Vio sedang asyik mengobrol di telfon sambal menggunakan sedikit aksen Bahasa Jepang,

“mah, abis telfonan sama siapa? Ko pake Bahasa jepang segala?”

“oh ini sayang mama abis telfon Ayumi Nagato temen mamah dulu sewaktu di Jepang, mamah mengundang dia buat datang ke acara pertunangan kamu. Mamah juga mengajak anaknya untuk datang ke acara pertunangan kamu juga”

‘iya mah? Ya ampun aku jadi ngerasa sebagain orang penting sampe orang jepang aja bakal dating ke acara aku nanti” mamah Vio hanya membalas dengan candaan dan senyuman.

 

Pertunangan Vio dan Revo pun akhirnya dilaksanakan, semua teman dan kerabat kedua sepasang kekasih itupun turut datang, dan Ayumi Nagato sahabat Jessy pun datang. Ayumi sangat fasih berbahasa Indonesia,

“selamat Vio,Revo semoga bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu pernikahan ya!”

“Iya makasih tante, anaknya mana? Katanya dateng?”

“iya dia tidak bisa datang karena sibuk dengan pekerjaan”

“yah sayang banget gabisa dateng,okdeh tante selamat menikmati acaranya ya”

 

Sebenarya Milan menyimpan masa lalu yang kelam bagi Vio, karena ayahnya meninggal disana saat Vio masih berusia 13tahun. Hal itu adalah kenangan menyakitkan baginya. Sampai saat ini pun ia belum dapat menghapus sisa-sisa kepahitan itu sepenuhnya. Ditambah dengan hal yang masih mengganjal di hati Vio tentang perseteruan antara ayah Vio dan Jessy yang entah setiap Vio menanyakan hal tersebut kepada Jessy, Jessy selalu berkata “ nanti ada saatnya kamu akan tau nak”

*Tiba-tiba Vio teringat akan hal yang terjadi di Milan, ia sangat sedih. Revo yang sedang membantu mengerjakan pr Vio, langsung memberhentikan aktivitasnya dan langsung mengajak Vio ketempat biasa, yaitu danau yang banyak menyimpan kenangan manis antara Vio dan Revo. Dan setiap ada masalah mereka berdua segera menuju tempat tersebut, di tempat itu Revo langsung bertanya pada Vio “kamu kenapa vi?” Vio bungkam dan hanya menunjukan raut wajah gapapa. Tapi Revo sangat tau kekasihnya itu sedang tidak dalam keadaan tidak apa-apa. Revo merangkul pundak Vio, Vio langsung merebahkan kepala di pundak Revo. Dan seketika Vio menangis sambal berkata

“aku takut kalau kamu ke Milan vo, kamu tau kan Milan adalah hal kelam dalam hidupku” Revo menghela nafas sambil menjawab kata kata Vio tadi. Revo mencoba menenangkan kekasihnya itu. Ia tidak mau Vio terus sedih karena mengingat hal tersebut.

*Revo menancapkan gas dan langsung menuju ke kampus, ia tidak menjemput Vio pagi ini. Karena pagi ini Revo melaksanakan sidang. Dan ia harus datang jam 6 pagi. Ketika dijalan iphone Revo berdering, ia langsung mengambil iphone nya di kursi belakang. Tiba tiba iphone nya jatuh ke bawah, saat ia mengambil handphone nya ia menunduk kebawah sambil menyetir mobil dan….. ia tidak melihat mobil di depan nya.

 

“ Tante!!!! Revo dimana? Gimana keadaan dia sekarang?!!”

“Dia udah dipindahin ke rawat inap dikamar 147,kamu kesana aja liat keadaan dia” vio sangat mengkhawatirkan keadaan Revo sekarang, sambil menangis ia menelusuri lorong rumah sakit untuk mencari ruang dimana Revo dirawat.

Vio langsung masuk ke ruangan dimana Revo dirawat, ia langsung menuju ke arah Revo dan memeluk Revo yang sedang duduk dikasur sambil berbicara kepada ayahnya. Ketika Vio ingin memeluk Revo tiba-tiba saja Revo menangkis tangan Vio sambi berkata “siapa kamu? Lancang banget mau meluk meluk”

Vio diam, dalam diamnya ia berkata dalam hati “apa yang terjadi dengan Revo ya tuhan kenapa seperti ini” dalam sabar, Vio berkata “aku tunangan kamu vo,Vio”

“aku sama sekali gak kenal kamu”

Ayah Revo mengajak Vio keluar,

“Vio, maafkan om,Revo amnesia dia sama sekali tidak ingat apa yang terjadi bahkan tadi dia tidak mengingat om”

Hati Vio sangat sakit ketika mendengar kenyataan itu. “tapi om tolong bantu Revo untuk mengingat siapa Vio, Vio sangat mecintai Revo om.. perlahan-lahan pasti Revo bisa mengingat siapa Vio om, seperti Revo mengingat siapa om”

“iya Vio pasti om bantu kamu,”

Vio dan ayah Revo masuk kembali keruangan dimana Revo dirawat, “Revo.. kamu benar benar tidak ingat siapa aku? Coba kamu pelan-pelan ingat aku, kamu tunangan aku vo, bahkan sebentar lagi kita akan menikah”

Revo mencoba mengingat siapa Vio, tiba-tiba saja kepala Revo terasa amat sakit ketika mendengar hal itu. Ayah Revo pun menyuruh Vio pulang, agar Revo dapat beristirahat.

Vio pulang kerumah dengan perasaan yang sangat amat pedih, ia harus menerima kenyataan kalau tunangan nya itu sudah tidak mengenal siapa diri nya lagi. “apa aku harus kehilangan orang yang aku sayang lagi untuk kedua kalinya?!” Vio sangat sedih ia tidak mau kehilangan Revo, karena ia sudah kehilangan ayahnya.

Setiap hari Vio selalu datang ke rumah Revo untuk melihat keadaan kekasihnya itu, dan Vio tidak pernah menyerah untuk membuat Revo ingat akan dirinya lagi. Namun kenyataan nya.. Kepala Revo selalu sakit setiap mengingat semua hal yang diceritakan tentang Vio, bahkan kenangan mereka pun kepala Revo juga merasakan sakit bila mengingat hal itu.

Vio merasa putus asa, ia tidak tau lagi harus berbuat apa… lalu ia memutuskan untuk segera mengurus semua beasiswa nya ke NewYork, Karena apabila ia terus berada di dekat Revo, itu hanya akan membuat Revo menderita karena selalu merasakan sakit bila mengingat tentang kenangan mereka berdua.

Hari terakhir sebelum keberangkatan Vio ke NewYork, ia meminta Revo untuk ikut dengan nya ke danau dimana itu adalah tempat yang banyak menyimpan kenangan antara mereka berdua. Apabila Revo sama sekali tidak mengingat Vio, Vio akan segera menjauh dari kehidupan Revo.

“Vo, aku sayang dan cinta banget sama kamu. Kita sudah bertunangan dan bahkan kita akan menikah… tapi kalau kamu benar benar tidak mengingat aku, aku akan menjauh dari kamu aku akan melanjutkan studyku ke NewYork, dan aku akan berangkat besok.”

Revo hanya terdiam, Revo mencoba untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Vio, kepala Revo merasakan sakit lagi. Mereka berdua pulang, Vio mengantarkan Revo pulang, Vio juga berpamitan kepada orangtua Revo karena ia besok pagi akan langsung berangkat ke NewYork.

Di dalam kamar Revo berusaha mengingat sedikit demi sedikit apa yang Vio katakan, sebenarnya Revo sudah bisa mengingat beberapa hal tentang mereka berdua. Namun Revo tidak yakin, maka dari itu Revo memilih untuk diam dan menunggu Vio kembali lagi dari Indonesia, dan siapa tau saat Vio kembali ke Indonesia, Revo sudah seutuhnya mengingat semua hal manis tentang Vio dan dirinya.

5tahun, waktu yang benar benar berharga bagi Vio, kerja kerasnya terbayar karena saat ini dia menjadi sangat terkenal.

“Vio, untuk syuting video klip selanjutunya akan kita adakan di Milan”

Vio lemas mendengar hal itu, ia harus mengadakan syuting di Milan, ini adalah hal buruk. Ia yang menyimpan kenangan buruk disana, terpaksa memberanikan diri untuk pergi kesana. Karena ia harus bersikap professional.

“Michio Yutaka, itu penyanyi kita… kamu bisa mengenal dia lebih dekat agar kalian berdua tidak kaku nantinya saat melakukan syuting video klip”

“OK, pa sutradara” jawab Yutaka sambil tertawa.

“Hai vio, aku lawan main kamu di syuting video klip kamu nanti… Yutaka” sapa Yutaka pada Vio sambil berjabat tangan.

“Vio…. dari nama kamu pasti kamu orang jepang ya?”

“iyaa betul sekali…”

Mereka berdua saling berkenalan menceritakan tentang pengalaman satu sama lain, termasuk Vio yang menceritakan tentang pengalaman nya ketika berada di Milan dahulu. Akhirnya Yutaka berencana untuk memberikan kesan indah kepada Vio selama ia berada di Milan, ia berencana akan mengajak Vio jalan-jalan disekitar kota Milan, mencicipi berbagai kuliner di Milan, dan tempat bersejarah di Milan.

Syuting video klip untuk hari ini cukup sudah, jam 9 malam. “Vio kamu sementara tinggal dimana?” Tanya Yutaka sambil merapihkan peralatan pribadinya

“Di rumah kecil yang disewakan managerku selama aku tinggal disini”

“Biasanya kamu pulang sama siapa? Mau aku antar? “

“biasanya aku diantar managerku, cuman tadi dia ada keperluan jadi gak bisa nemenin aku. ah gausa ngerepotin, rumah aku juga lumayan jauh naik kereta bawah tanah sekali rute, jalan sedikit baru nyampe” dalam hati sebenarnya Vio sangat ingin diantar Yutaka karena ini sudah sangat larut. Namun ia tidak mau merepotkan orang yang baru saja dia kenal.

“oyaudah hati hati ya Vio, “

Di jalan saat ia turun dari kereta dan ingin menuju ke rumahnya, ia merasa sedang di ikuti oleh orang, namun ia tidak berani melihat kebelakang. Ia hanya terus jalan. Saat ia sampai dirumah dan ingin membuka pintu, tiba tiba saja ada 2 orang laki laki yang sedang mabuk menggangu dan mencolek colek tubuh Vio. Vio pun merasa ketakutan dan ia hanya teriak, tapi ia sadar tempat ia tinggal sekarang ini sangat terpencil.

Tiba-tiba ada seorang laki laki datang dan menghabisi 2 laki-laki itu, Vio hanya menjauh sambil mengumpat ketakutan dan ia hanya bisa menangis.

“Vio,kamu baik baik aja kan? Kamu gapapa? Ini aku Yutaka.. mereka udah pergi ko, ayo kita masuk kerumah” ajak Yutaka sambil menuntun Vio masuk

“Vio… kamu duduk sini tenang biar aku buatin teh hangat buat kamu”

“Vo, makasih yaa kamu ko bisa ada disini? Kamu ngikutin aku?” ucap Vio sambil meneguk teh hangat dari Yutaka

“ia, aku takut kamu kenapa kenapa, karena ini kan udah larut banget, apa lagi kamu baru banget tinggal disini, aku khawatir jadi aku ikutin kamu.. dan bener kan kamu kenapa kenapa”

“iya makasih yaa.. aku mau kamu nemenin aku disini malam ini, aku masih takut”

Yutaka hanya mengangguk dan memberi seulas senyuman di wajahnya.

Esoknya ia menjalani video klip jam 10 pagi, jam 7 sepeirti janji Yutaka, ia mengajak Vio jalan jalan disekitar kota Milan, Vio merasa sangat nyaman di dekat Yutaka. Bahkan ia sedikit demi sedikit sudah bisa melupakan bayangan tentang Revo. Ia merasa nyaman bila berada di dekat Yutaka, apakah dirinya adalah pengganti Revo?

Sebentar lagi syuting video klip Vio akan segera selesai, Yutaka berniat untuk menyatakan apa yang ia rasakan kepada Vio, diam diam ia merasakan hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya kepada siapa pun, ia sadar bahwa ia sangat mencintai Vio. baru kali ini Yutaka jatuh cinta kepada seorang wanita.

Ini adalah hari terakir syuting video klip, sepulang syuting ia berniat untuk menyatakan apa yang ia rasakan kepada Vio. tiba tiba saja ia mendapat kabar bahwa ibu nya di Jepang sedang sakit. Yutaka pun langsung memesan tiket ke Jepang, ia memberi alamat rumah nya di Jepang, ia ingin Vio dapat menyusulnya ke Jepang setelah ia merampungkan pekerjaan nya yang hampir selesai di Milan.

Vio sangat sedih harus merelakan kepergian Yutaka, ia merasa sangat kehilangan sosok yang selalu menemani nya dan membuat nya nyaman saat ini. lalu entah perasaan Vio sangat ingin menyusul Yutaka ke Jepang, lalu ia langsung memesan tiket ke Jepang dan ia akan berangkat besok.

Sesampai nya ia di Jepang, Vio langsung mencari alamat yang diberikan Yutaka. Sampai sudah ia di depan rumah yang sangat sederhana, ia mengetuk pintu. Setelah menunggu, tak lama kemudian muncul seorang pria, dan yaaa Yutaka… Vio langsung memeluk Yutaka dengan erat, begitupun Yutaka membalas pelukan Vio dengan hangat.

Yutaka mempersilahkan Vio untuk masuk ke dalam, ia menyuguhkan Vio secangkir teh… “Yutaka, bagaimana keadaan ibumu? Dia sakit apa?”

“Dia sekarang sudah baikan, ia mengalami kebocoran ginjal, kebetulan aku baru saja pulang seusai berjaga semalaman”

Vio beranjak masuk ke dalam ruangan dimana Ayumi Nagato di rawat,

“Y-YUTAKA…. “ ucap Vio gugup

“ada apa?” bisik Yutaka pelan

“sepertinya aku pernah melihat ibumu, yaa di pertunanganku 5tahun yang lalu. Ibumu mirip sekali dengan sahabat baik ibuku yang datang dari Jepang”

“siapa nama teman ibumu itu?”

“ayumi nagato”

“astaga itu benar benar ibuku” jawabnya lirih

Yutaka terdiam sambil berucap litih kepada Vio,

“vio, apa nama ibumu Jessy?”

“iya ko kamu tau?!!”

“sebenarnya ayumi nagato bukanlah ibu kandungku, beliau adalah wanita yang sangat baik, mau merawatku hingga dewasa, Ia bilang ibu kandungku menitipkanku karena aku dalam bahaya besar, dan ibu kandungku ingin aku tumbuh hingga dewasa dan agar tetap aman. Aku belum pernah melihat wajah ibuku, namun pada saat aku berumur 23.. aku baru berani bertanya siapa nama ibuku, dan ternyata… Jessy”

Vio sangat sakit mendengar cerita Yutaka, ia marah

“jangan gila kamu Yutaka, Ibuku hanya punya satu anak, yaitu aku!”

“iya Vio, semoga saja ucapanku itu salah” mereka berdua hanya duduk terdiam di taman

Yutaka menyuruh Vio agar segera menelfon ibunya untuk memberitahu bahwa Ayumi sedang sakit keras, dan ia harus segera datang ke Jepang…

 

“ aku benar benar bingung Yutaka, sebaiknya kita tanyakan hal ini pada Ayumi”

“jangan ibuku sedang sakit dan kondisinya sangat lemah sekarang, lebih baik kita tunggu sampai ibumu datang ke sini”

Vio hanya menangis, dan mereka berdua saling terdiam lagi…..

“kalau kita memang bersaudara Vio, seharunya aku senang karena memiliki saudara sepertimu, seharusnya begitu. Tapi, nyatanya hatiku begitu perih “ bisik Yutaka lirih, “sebelum kemungkinan menjadi lebih buruk lagi, aku ingin bilang bahwa……. “aku mencintaimu Vio”

Tangisan Vio pecah saat mendengar perkataan Yutaka tadi…

Ketika Jessy sampai dirumah sakit ia langsung mencari ruangan dimana Ayumi dirawat, “Ayumi… aku rindu sekali padamu, maafkan aku , aku baru datang menjenguk, bagaimana keadaanmu sekarang”

Ayumi pun menceritakan semua hal yang terjadi, “Mah, udah dateng… aku barusan abis makan” “iya ga apa apa sayang”

“oh iya, kenapa kamu bisa tau kalo bibi Ayumi sakit? Kamu berhutang cerita pada mamah ya”

“ibu, maaf aku sedikit lama, aku harus mengurus obat dulu tadi, “ Yutaka mengamati wanita separuh baya yang berada di samping Vio.. mereka berdua saling bertatapan cukup lama…

“Kau dan Vio sudah saling mengenal?”   “ ya, aku terlibat dalam pembuatan syuting video klip Vio,”

Yutaka lebih banyak bercerita daipada Vio, Vio sangat tidak sanggup rasanya bila harus menerima kenyataan kalau ia san Yutaka adalah sedarah…..

*sekarang jessy, Vio, dan yutaka duduk meligkar di kafe rumah sakit..

“tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan padaku Yutaka,”

“Bibi dan ibuku sudah lana mengenal?”

“Ya, kami teman kuliah. Kami bersahabat sangat akrab, bahkan seperti saudara. Dulu usai tamat SMA, aku melanjutkan studi fashon desaign di Jepang”

Yutaka menggangguk, “ Lima tahun lalu, ibuku ke Indonesia untuk menghadiri acara pertunangan putri temannya, apakah itu putri bibi?

“Ya, itu Vio putriku” kata Jessy dengan suara bergetar sambi sesegukan dan maata yang sudah memerah Jessy berkata “ Dan kau putraku Yutaka”……

Yutaka bergetar, jadi….. aku dan Vio

“Ya, kalian kakak beradik” jawab Jessy lirih

Tidak sanggup rasanya harus menerima kenyataan itu, Vio pun menangis dan ia pergi ke sungai dekat rumah sakit, Yutaka pun menyusul Vi dan meninggalkan Jessy sendiri

 

“ Aku mencintaimu, sangat mencintaimu” kata Yutaka sendu

“Dan aku begitu bodoh karena mencintai saudaraku sendiri,” Vio menangis dalam peukan Yutaka

“ kenapa hidup begitu kejam? Kenapa harus kau? Kenapa? Teriak Vio serak

Mendadak ponsel Yutaka berdering, ia mendapat kabar kalau Ayumi pergi, pergi untuk selama-lamanya…

*Jessy menjelaskan apa yang terjadi dahulu, 28 tahun yang lalu, aku baru pulang dari perpustakaan tengah malam, karena waktu itu sedang musim ujian. Saat itu aku masih seusia Vio sekarang, aku sendirian. Tadinya Ayumi ingin menemaniku, tahu-tahu ia mendadak tidak enak badan. Akhirnya aku tetap berjalan sendirian,

“aku pulang sambil berjalan kaki, sudah taka da us atau kendaraan umum beroperasi malam itu. Lagi pua, kos kosan ang aku tinggali tak begitu jauh dari kampus.

“tapi tiba-tiba saja saat melintasi gang kecilm aku dihadang dua pria mabuk berat, mereka memerkosaku, “ Jessy terisak

“aku hamil, dan aku memutuskan untuk tetap mempertahankan janin dikandunganku, karena ia sama sekali tidak berdosa… Ayumi selalu menyemangatiku, jadi selama sekita 1 tahun aku tidak pulang ke Indonesia, ketika Yutaka lahir, aku terpaksa menitipkan Yutaka pada nya, demi kebaikan semua orang”

“Ayumi memang baik, sampai ia menikah pun ia tetap mau merawat Yutaka dengan suaminya…. Kemudian ketika aku ke Indonesia, aku bertemu dengan David Folney pria Milan yang dipindah tugaskan ke Indonesia, hubungan kita sangat akrab hingga akhirnya menikah, rahasiaku aman bertahun-tahun sampai saat aku berlibur ke kampong halaman suamiku di Milan, semuanya terbongkar.. saat itu aku sedang tidur, jadi aku tidak tau kalau Ayumi menguhubungiku lewat sms, biasanya dia langsung menelfon, dia mengatakan bahwa kau Yutaka terkena anemia”

“suamiku membaca pesan itu yang mengandung kalimat ‘putramu’. Lalu ia langsung membangunkanku, aku syok lalu terpaksa aku harus jujur menceritakan semuanya, dan lalu kami bertengkar hebat. “

Lalu selesai bercerita Jessy berkata,

“ibu tau ini sngat berat, maafkan mama Yutaka, Vio…”

Vio dan Yutaka tidak punya pilihan lain selain harus membuang perasaan cinta mereka masing-masing….

Lalu Jessy mengajak Yutaka untuk tinggal dengan nya di Indonesia, Vio pun antusias dan merayu Yutaka untuk tinggal disana bersamanya

Namun, pekerjaan Yutaka sangat menumpuk di Jepang, akhirnya ia hanya memutuskan tinggal sementara di Indonesia selama seminggu….

Sudah lima tahun Vio tidak pulang, sangat rindu rasanya.. lalu tiba-tiba

teringat akan sosok Revo. “foto siapa ini?”

“oh, itu dia tunanganku dulu, Revo”

“oh jadi dia yang bernama Revo, mau kau apakan foto foto itu? Di buang?”

“iya, selama bertahun-tahun aku berhasil melupakan nya dengan menghindari segala sesuatu tentangnya selama di NewYork, jadi sekarang aku harus melakukan hal yang sama…. “

“Kau masih mencintainya?”

Pertanyaan tersebut membuat hati Vio terasa perih,

“Tentu saja aku masih mencintainya, aku selalu mencintainya, namun aku hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik demi kebaikanku”

Yutaka berfikir, ia tidak mau adiknya terpuruk begitu lama. Ia harus melakukan sesuatu,

“Ma. Sebenarnya Yutaka keman sih dari tadi? Katanya pergi sebentar? Tapi ko sampe sekarang ga pulang pulang/ apa nyasar kali mah?”

“ gak tau, dia ga bilang sama mama, dia cuma bilang mau jalan jalan”

“omongan Vio mendadak berhenti ketika mendengar bel rumahnya berbunyi,

“Astaga! Yutaka dari mana saja kau…. “ omongan Vio terhenti ketika melihat sosok laki laki dari balik pintu

“Revo……”

Vio hanya mempersilahkan mereka berdua untuk masuk, lalu Vio hanya duduk diam ia tidak mengerti dengan Revo dan Yutaka, mereka trlihat sangta akrab”

“ Vio sini, kamu ngapain mematung disitu” Yutaka menceritakan semua hal yang terjadi antara Revo dan dirinya, ini juga sebagaian rencana dari mamah untuk mempersatukanmu kembali, Revo sudah tau semuanya..

“aku senang kamu pulang vi, sudah 5 tahun kita gak ketemu… aku sangat merindukanmu Vio..” ucap Revo

“selama kepergianmu ke NewYork, aku perlahan-lahan bisa menginat semua tentang kita, dan aku sadar kalu aku mencintai kamu vi”
“aku bertaruh pada diriku sendiri, kalau aku akan menunggumu pulang ke Indonesia, “

“lalu kau tidak jadi melanjutkan studymu ke Milan?”

“gak vi, amnesia yang aku derita cukup membuat orangtuaku trauma”

“aku sangat mencintai kamu Vio, maukah kau menikah denganku?”

Vio tersentak, ia kaget dan senang mendengar hal tersebut, “iya Revo, aku mau”

Revo dan Vio saling berpelukan erat melepaskan kangen yang selama ini mereka pendam selama bertahun-tahun.

Yutaka pun senang melihat adiknya bahagia, walaupun ia sedikit sakit melihatnya karena ia mencintai Vio juga, bahkan Vio adalah orang pertama dihidupnya yang sangat dicintainya setelah ibunya, Ayumi Nagato..

Aku sangat menyayangi kalian berdua, aku berjanji aku akan segera menetap di Indonesia setelah semua pekerjaanku di Jepang selesai, “senang berkenalan denganmu Revo, jaga adik ku baik baik ya!”

“ Promise me, kamu akan selalu bahagia, Vio. Cause then, I will as well” bisik Yutaka pada Vio.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s