Book Review

HUJAN DI MASA DEPAN

 

Oleh: Shofa Ramadhan

Judul Buku: Hujan

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Januari 2016

Tebal: 320 Halaman

Ukuran: 13.5 x 20 cm

Cover: Softcover

ISBN: 978-602-03-2478-4

 

Resensi:

 

Novel Hujan karya Tere Liye ini adalah karya fiksi yang mengambil latar belakang kehidupan tahun 2050-an dengan segala kemajuan teknologi dan gentingnya isu-isu mengenai lingkungan. Semuanya dimulai ketika Lail memasuki sebuah ruangan terapi- ruang operasi saraf otak. Lail menemui Elijah sang fasiltator terapi untuk satu tujuan: ingin menghapus ingatannya tentang hujan. Esok, laki-laki yang membawa kenangan buruk ketika ia sendiri yang sudah membawa Lail bangkit kembali dari  kehilangan kedua orangtuanya pada saat umur 13 tahun.

Kita dibawa mundur kepada kejadian delapan tahun silam, tepatnya ke tanggal 21 Mei 2042, saat bayi kesepuluh miliar baru lahir ke dunia. Saat itu, dunia dihadapkan pada isu pertambahan penduduk yang tidak bisa dibendung. Ketika dunia ingin mencari jalan keluar bagaimana mengurangi orang-orang di bumi dan krisis yang menyertainya. Namun, tiba-tiba alam menyediakan solusi tersendiri. Sebuah gunung purba meletus dahsyat dengan suara letusan terdengar hingga 10.000 kilometer. Menghancurkan apa saja dalam radius ribuan kilometer. Letusan yang lebih hebat dibandingkan Gunung Tambora dan Gunung Toba puluhan ribu tahun silam secara signifikan megurangi jumlah penduduk bumi hanya dalam hitungan menit.

Seiring waktu berjalan, dibawah stratosfer yang rusak akibat keegoisan berbagai negara untuk merubah iklim cuaca yang terus menerus musim dingin, sedangkan dibagian negara lain musim panas terus menerus. Diantara rumitnya KTT Perubahan Iklim Dunia, memori Lail tentang Hujan, kebahagiaan, perpisahan, dan segala unsur tentang kesedihan sangat membingungkan dirinya. Sampai pada akhirnya ia nekat untuk datang ke Pusat Terapi Saraf berharap paramedic dapat menghapus ingatannya tentang hujan, juga tentang Esok.

 

Kelebihan dan Kekurangan Buku:

Novel setebal 320 halaman ini bahkan sangat cocok untuk diadaptasi ke dalam film Hollywood. Ceritanya yang ringan dan semua tokoh dalam novel terasa sangat alami seperti di dunia nyata. Membuat pembaca sangat ingin terus mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. Kisah antara Esok dan Lail ditengah rumitnya isu-isu penting dunia yang akan segera mencapai puncak kehancurannya, berhasil dibawakan secara baik, terkupas satu persatu. Bahkan kondisi bumi yang terjadi di dalam novel membuat saya khawatir dengan apa yang akan terjadi di dunia nyata kedepannya. Kekurangan novel ini adalah akhir cerita yang menggantung. Tidak ada happy ending maupun sad ending.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s